Polusi Udara Sebabkan Resistensi Antibiotik

Berita362 Dilihat

Senin, 14 Agustus 2023 – 14:04 WIB

VIVA Tekno – Resistensi antibiotik adalah ancaman yang berkembang terhadap kesehatan global. Pada tahun 2019, ini menyebabkan lebih dari 1,27 juta kematian di seluruh dunia – dan diproyeksikan bahwa resistensi antimikroba (termasuk resistensi bakteri terhadap antibiotik) dapat menyebabkan sepuluh juta kematian per tahun pada tahun 2050.

Baca Juga :

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Jokowi Dorong Kantor Terapkan WFH

Antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih dan pneumonia. Tetapi penyalahgunaan dan penggunaan yang berlebihan telah berkontribusi pada munculnya bakteri yang mengandung gen yang memungkinkan mereka menahan daya bunuh antibiotik.

Hal ini menyebabkan infeksi yang jauh lebih sulit diobati. Resistensi antibiotik menyebar ke manusia melalui makanan atau air yang terkontaminasi.

Baca Juga :

Arkeolog Gali Kuburan Anak Vampir

Tetapi sebuah studi baru menunjukkan bahwa ini bukan satu-satunya cara bakteri resisten dapat menyebar. Menurut peneliti dari China dan Inggris, polusi udara juga dapat menyebarkan resistensi antibiotik.

Ini adalah studi pertama yang secara komprehensif memperkirakan hubungan antara peningkatan resistensi antibiotik dan polusi udara secara global, mengutip laman Science Alert, Senin, 14 Agustus 2023.

Baca Juga :

Kaum Mager Wajib Tahu, Handuk Dicuci Setelah Dipakai Berapa Lama?

Tinjauan tersebut menganalisis temuan penelitian sebelumnya yang mengamati pola penyebaran resistensi antibiotik melalui udara selama hampir dua dekade.

Ancam Kesehatan, Jakarta Darurat Polusi Udara

Ancam Kesehatan, Jakarta Darurat Polusi Udara

Halaman Selanjutnya

Mereka melihat 12 studi penelitian yang dilakukan di 116 negara – termasuk Inggris, AS, China, India, dan Australia. Studi-studi ini memperkirakan munculnya bakteri atau gen yang kebal antibiotik di atmosfer.

img_title



Quoted From Many Source

Baca Juga  Menhan Prabowo Borong 12 Unit Drone Tempur ANKA dari Turki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *