Antisipasi Modus Penipuan Social Enginering Ala BRI

Berita330 Dilihat

INFO BISNIS – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mengedukasi nasabahnya agar meningkatkan kewaspadaannya dan terhindar dari segala jenis bentuk modus penipuan atau kejahatan perbankan. Sebagai bentuk upaya memerangi social engineering (soceng) dan mengedukasi nasabah, BRI membagikan berbagai modus kejahatan perbankan khususnya social enginering dan langkah antisipatif menghadapinya. 

Adapun beberapa modus-modus penipuan atau kejahatan social enginering. Pertama, Undangan Pernikahan Palsu Berbentuk File APK. Modus penipuan ini terjadi melalui permintaan untuk mengklik sebuah file undangan pernikahan berformat APK melalui aplikasi chat WhatsApp (WA). 

Melalui aplikasi bodong (tidak resmi) tersebut, membuat korban dengan sadar memberikan persetujuan untuk mengizinkan aplikasi tersebut mengakses SMS dan apilikasi lain di handphone. Kejahatan dapat terjadi karena data transaksi perbankan (kode OTP) yang bersifat pribadi dan rahasia dikirimkan melalui sms. Transaksi perbankan dapat berjalan dengan sukses.

Kedua, Iklan Palsu di Media Sosial. Modus ini berupa akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan BRI. Akun tersebut membagikan iklan dengan ciri-ciri seperti, nama akun tidak lazim dan tidak centang biru; tampilan visual tidak kredibel mulai dari kualitas gambar yang buruk, penulisan tidak profesional, serta link bio mencurigakan; dan jika meng-klik link tercantum akan diarahkan untuk mendaftar dan mengisi data-data perbankan yang bersifat rahasia seperti nomor kartu, PIN, OTP, dan sebagainya.

Ketiga, Link Modus Perubahan Tarif. Layaknya modus penipuan dengan file berformat APK, penipuan jenis ini juga menggunakan platform WhatsApp (WA). Keempat, File foto Berbentuk APK Bodong. File bodong serupa layaknya modus undangan pernikahan, namun kali ini berbentuk image atau gambar yang berupa file APK. Biasanya pelaku mengaku sebagai kurir pengantar paket dan seakan-akan memberi informasi paket dapat terlihat setelah meng-klik file yang berformat APK namun terlihat seperti file foto tersebut.

Baca Juga  4 Kiat Mencegah Insomnia - Gaya Tempo.co

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan, BRI akan selalu memberikan edukasi berbagai langkah antisipatif untuk memerangi soceng. “Soceng merupakan tindakan kejahatan dan penipuan yang dapat menimbulkan keresahan serta kerugian,” kata dia.

Karena itu, BRI sebagai bank yang sangat concern terhadap keamanan bertransaksi nasabahnya senantiasa menghimbau dan mengedukasi para nasabahnya untuk menghindari menjadi korban modus kejahatan tersebut. “Melalui campaign ini, diharapkan awareness dan kewaspadaan masyarakat semakin meningkat, terutama dalam mengenali modus dan praktik soceng,” ujarnya.

Dengan selalu menjaga kerahasiaan data perbankan, serta dengan tetap berhati-hati dalam menerima pesan yang ada, berbagai modus penipuan soceng akan mudah untuk dihindari. BRI pun akan selalu mengedukasi serta mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada akan modus penipuan baru soceng. 

Adapun cara mengantisipasi berbagai modus tersebut antara lain:

1. Waspada saat ada pesan dari nomor tak dikenal mencantumkan link atau file berformat APK.

Iklan

2. Kenali file yang disertai pengumuman atau pemberitahuan berupa ancaman dan membuatmu panik, resah, atau takut.

3. Tidak asal klik link atau file yang dikirimkan.

4. Jika sudah terklik dan instal file tersebut, cepat matikan koneksi data selular dan WIFI pada perangkat.

5. Bersihkan data dan cache aplikasi tersebut.

6. Uninstall aplikasi tersebut.

7. Ubah username, PIN dan password mobile banking termasuk email pribadi.

8. Lebih aman untuk dilakukan reset handphone ke factory mode atau mode pabrik.

9. Hubungi contact BRI di nomor 1500017 untuk melakukan pelaporan atas indikasi modus penipuan yang terjadi. (*)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *