Program Penyelamatan Pemegang Polis Jiwasraya Berakhir, Ini Hasil Finalnya – Fintechnesia.com

Apartemen264 Dilihat


FinTechnesia.com | Program penyelamatan pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang diinisiasi pemerintah telah selesai. Hal ini merupakan bentuk komitmen pemerintah terhadap perlindungan nasabah Jiwasraya.

Program penyelamatan pemegang polis tersebut ditandai dengan pengalihan polis program restrukturisasi. Serta proses administrasi pengalihan polis yang akan dilanjutkan dan diselesaikan sampai diterimanya Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2024.

Berakhirnya program restrukturisasi polis Jiwasraya itu dalam acara bertajuk “Program Penyelamatan Polis Jiwasraya melalui Restrukturisasi, Bail In dan Transfer – Seremoni Pengalihan Polis dan Pengumuman Berakhirnya Restrukturisasi Polis Jiwasraya” di Financial Hall, Jakarta, pada Jumat (29/12).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban, Sekretaris Kementerian BUMN Rabin Indrajad Hattari, Deputi Bidang Hukum dan Peraturan Perundang-Undangan Kementerian BUMN, Robertus Billitea, Direktur Utama IFG sekaligus Ketua Tim Percepatan Restrukturisasi Hexana Tri Sasongko, Plt Direktur Utama IFG Life Eli Wijanti, dan Plt Direktur Utama Jiwasraya, R Mahelan Prabantarikso.

Tiko – sapaan Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, penyelesaian program penyelamatan pemegang polis Jiwasraya merupakan komitmen pemerintah sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen. Pemerintah berhasil melaksanakan penyelamatan pemegang polis Jiwasraya, dengan memastikan pemberian keberlanjutan manfaat secara tepat waktu.

“Perlindungan nasabah Jiwasraya merupakan prioritas utama pemerintah agar pemegang polis dapat merasakan keberlanjutan manfaat dari polis tersebut,” ujar Tiko, Jumat (29/12).

Baca juga: Lebih dari 80% Restrukturisasi Polis Eks Asuransi Jiwasraya Sudah Diserahkan ke IFG Life

Hexana menjelaskan, penyelamatan pemegang polis Jiwasraya mulai bergulir sejak akhir tahun 2020. Pemerintah menugaskan Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasimenyelesaikan permasalahan Jiwasraya. Terutama menerima pengalihan polis Jiwasraya yang telah diselamatkan.

Baca Juga  Wuling Sambut Tahun Baru dengan Menggeber Beragan Promo, Ini Daftarnya - Fintechnesia.com

Hingga Desember 2023, IFG Life telah mendapatkan total suntikan dana sebesar Rp 31,16 triliun. Suntikan itu berasal dari PMN tahun anggaran 2021 sebesar Rp 20 triliun. Lalu PMN tahun anggran 2023 Rp3 triliun, serta tambahan penguatan permodalan dari IFG sebesar Rp 6,7 triliun pada tabun 2022 dan Rp 1,46 triliun pada 2023.

Dengan total suntikan modal tersebut, IFG Life bersama-sama dengan Jiwasraya berhasil menyelesaikan program penyelamatan pemegang polis Jiwasraya. Langkah tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen khususnya nasabah Jiwasraya.

Adapun komitmen pendanaan pada tahun 2024 sebesar Rp 3,56 triliun yang berasal dari PMN tahun anggaran 2024 diharapkan dapat menyelesaikan pengalihan polis tersisa di Jiwasraya.

Dari sisi permodalan, IFG Life telah mendapatkan suntikan dana untuk memperkuat struktur permodalan sehingga dapat menerima pengalihan polis Jiwasraya.

“IFG sebagai Holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi akan terus mengawasi dan mendampingi IFG Life agar bertumbuh menjadi perusahaan yang sehat dan sesuai tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Hexana.

Mahelan menambahkan, Jiwasraya telah berhasil merestrukturisasi sebesar 99,7% polis Jiwasraya hingga akhir tahun ini. “Pada tahapan akhir restrukturisasi ini, kami tetap menghormati pilihan nasabah yang tidak mengikuti program restrukturisasi,” katanya.

Eli Wijanti menjelaskan kesiapan IFG Life melanjutkan manfaat bagi pemegang polis sesuai dengan persetujuan dan ketentuan dalam polis. “Kami siap memastikan semua nasabah yang bermigrasi ke IFG Life mendapatkan keberlanjutan manfaat,” ujar Eli.

Ke depan, IFG Life akan melakukan pengembangan bisnis yang fokus kepada proteksi. Sehingga menjadi perusahaan asuransi jiwa yang sehat, kuat, dan berkelanjutan. (alo)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *