BRI Finance Siapkan Transformasi Bisnis di Tengah Meningkatnya Tantangan Bisnis – Fintechnesia.com

Apartemen338 Dilihat


FinTechnesia.com | Menghadapi tantangan bisnis di masa depan, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menggadang transformais sebagai strategi utama.

Direktur Manajemen Risiko BRI Finance, Ari Prayuwana mengatakan, transformasi akan memperkuat strategi perusahaan yang saat ini fokus memperbesar segmen konsumer. Hal itu seiring dengan transformasi digital dan culture perusahaan induk, Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Transformasi digital dalam model bisnis maupun proses bisnis perlu ditempuh untuk menjaga penetrasi dan perluasan pasar yang berkelanjutan. Hal itu diiringi pula dengan transformasi culture. Kami memperkuat sinergi dengan BRI sebagai perusahaan induk,” ujarnya, pekan lalu.

Dengan transformasi, Ari menyebut perusahaan akan lebih siap menghadapi tantangan dalam kondisi eksternal yang dinamis atau bahkan tantangan tak terduga seperti pandemi Covid-19. Pandemi menurutnya memberikan banyak sekali tantangan baru untuk mempercepat berbagai perubahan signifikan dalam kegiatan operasional dan bisnis perusahaan.

Baca juga: BRI Finance Ngegas Program Pembiayaan Mobil Terjangkau

Transformasi digital perusahaan untuk mendukung pengembangan bisnis ke depan terus dilakukan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis serta operasional perusahaan. 

“Karena kunci keberhasilan transformasi harus dilakukan menyeluruh oleh seluruh organ perusahaan dengan komitmen yang kuat. Tentunya dilakukan monitoring, review, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan secara periodik untuk mencapai performa maksimal dan berkelanjutan,” kata Ari.

Transformasi pun membuahkan hasil. Kontribusi pembiayaan konsumer telah mencapai 74% pada 2022. Sebelum melakukan transformasi, seluruh pembiayaan BRI Finance digelontorkan di segmen komersial. Adapun tahun 2023 ini BRI Finance menargetkan segmen konsumer tumbuh berkontribusi hingga 82%. 

Transformasi digital terwujud melalui pengembangan aplikasi myBRIf sebagai channel distribusi dan aplikasi proses bisnis digital untuk tenaga pemasar. Dia mengatakan digital enhancement untuk penguatan bisnis saat ini memang menjadi keniscayaan. 

Baca Juga  XL Axiata Langsung Ngegas di 2024, Jaringan FMC - XL SATU Fiber Kini Jangkau 86 Kota/Kabupaten - Fintechnesia.com

“Melalui digital enhancement kami memperlakukan konsumen itu lebih istimewa, lebih spesifik, bisa ada pembeda dengan yang lain. Makanya kami melakukan reengineering di berbagai sisi khususnya aplikasi utama yaitu myBRIf,” ujar Ari.

Adapun myBRIf merupakan aplikasi mobile BRI Finance untuk pelanggan dan masyarakat, dealer/showroom dan agent, dengan kemudahan layanan solusi finansial yang praktis dalam satu genggaman. 

Pada 2022 lalu BRI Finance menambahkan fitur pembayaran sehingga pengguna myBRIf bisa melakukan transaksi pembayaran dengan berbagai payment gateway channel. Selain itu, untuk memperluas layanan pembayaran dilakukan integrasi pembayaran angsuran melalui superApps induk usaha yaitu BRImo. 

Terbaru pada tahun ini, BRI Finance akan memperkuat aplikasi myBRIf dengan menambahkan fitur digital signature. Ini menjadi langkah strategis pengembangan aplikasi myBRIf agar ke depan dapat memfasilitasi e-contract bagi customer existing. (kai)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *